RSS

Jumat, 31 Mei 2013

Komunitas dan Kokokan Ayam Ketawa


Perbedaan itu memang ada. Tapi bukankah masing-masing dari kita cenderung merapat dalam persamaan. Persamaan visi misi, bakat, dan kecintaan membuat kita lebih nyaman mengeksplor semua keinginan. Komunitas, adalah wadah paling tepat mencurahkan semua persamaan yang ada. Tak terkecuali, komunitas pecinta ayam ketawa.
Suasana nyaman, bahagia, tentram dan harmonis tentunya menjadi dambaan setiap orang. Atmosfer itu terbangun ketika kita memiliki kesamaan satu sama lain.  Tak hanya dalam keluarga, bersatu dengan orang lain dalam sebuah komunitas, akan membuat energi positif kita keluar. Karena dengan ini, kita bebas berimajinasi dalam bingkai kreatifitas yang sama.

Jumat, 24 Mei 2013

BLOG, Sarana Aktualisasi Diri



Banyak hal yang bisa menjadi bukti eksistensi diri. Medianya menyebar di mana-mana. Dan  Anda bebas memilihnya?Eksis dengan cara alay, memburu sensasi, ataukah memilih cerdas dengan eksis di media  positif. Blog, adalah media yang paling tepat untuk para pemikir-pemikir  yang ingin maju.
Menulis, adalah alasan kenapa saya membikin blog. Mungkin alasan yang sama dengan manusia-manusia lainnya yang juga memiliki website pribadi ini. Ada rasa menyesal yang membuncah karena baru memiliki diary online ini setahun terakhir. Padahal nyaris tiap peristiwa bersejarah dan momentum penting  yang saya alami, terekam jejaknya dalam  simpul-simpul  kata di folder-folder laptop. Maklum, saya paling tak handal dalam menulis fiksi. Entah karena tak suka dengan dunia khayal atau dongeng. Tapi menurut saya, problem dan realitas penting yang saya alami, membuat jemari ini akan lebih mudah menemukan alur dan ujung perjalanannya. Jadilah, seluruh bagian dalam hidup saya, terceritakan dengan baik lewat tulisan-tulisan yang saya museumkan sendiri.

Sabtu, 18 Mei 2013

Tentang Dua Sisi Kehidupan



                  Seperti dua sisi mata uang, seperti itulah lakon hidup kita.
 
            Pernahkah Anda merasa dunia ini sangat bersahabat ? Dan ada titik tertentu, Anda merasa dunia ini sangat tidak adil atas segala balasan dari pengharapan Anda! Seperti itulah lakon hidup kita. Sebab sedih dan senang punya masanya sendiri. Dan kata pergi dan kembali, punya waktu dan tempatnya sendiri.
   Waktu terus berputar, seperti roda yang akan terus berjalan dan tidak statis. Setiap dari kita tentunya mengalami pula fase berputar dalam perjalanan hidup, seperti roda. Kadang di atas, kemudian berganti di bawah. Kadang dengan senang hati melewati jalan mulus, dan kerap pula mendongkol melewati jalan berliku nan berkerikil. Ini manusiawi. Sebab kita bukan pangeran atau permaisuri di cerita dongeng, yang berkelimpahan nikmat tanpa merasakan peluh derita.

Kamis, 09 Mei 2013

Keluarga, Sumber Segala Cinta



                Cinta adalah  kasih yang  mengalir tanpa pengharapan apapun. Tengoklah di sekelilingmu, apakah ada yang menawarimu jutaan kasih yang berlimpah, selain keluarga? Cinta pertama saya ada di sini. 
               Bagi sebagian orang, cinta pertama kerap diartikan sebagai perasaan ‘menggila’ terhadap lawan jenis. Bisa jadi, dia yang pertama menghadirkan pelangi di hari-harimu, ataukah dia sebagai orang pertama yang merubah hari-harimu menjadi lebih cerah, positif, dan penuh gelak tawa.  Mengisahkannya, terasa semua memoar terbuka lebar untuk melukis tentangnya.
         Tapi bukan itu yang hendak saya bagi. Cinta pertama saya adalah mereka yang berani mempertaruhkan apapun, sekalipun itu nyawa, agar  dapat melihat gurat-gurat bahagia di wajah saya melekat manis. Cinta pertama saya  di dunia ini tertuju kepada sosok-sosok teduh sang penyelamat hidup. Bagaimana tidak! Tuhan menciptakan kita di dunia ini tidak sebatang kara. Ada tangan-tangan malaikat yang meniup roh dan nafas kita, yang tadinya tidak beraturan menjadi normal. Tangan-tangan itu, kemudian menjadikan kita yang tadinya nihil (tak terbentuk), menjadi terisi dan terbentuk sempurna. Tangan-tangan itu tidak hanya mengasuh, merawat, atau menunjuk. Tapi menggiring ke pintu-pintu kebaikan. Di sanalah muara cinta saya tergenang. Keluarga, tempat cinta pertama itu bersemi!

Kamis, 02 Mei 2013

Karena Pink adalah Pembawa Pesan Damai




              Hidup adalah sejuta warna. Ibarat melukis di atas kanvas, tak akan indah jika hanya satu warna saja yang menonjol. Dan manusia sebagai penikmat seni, merasakan sensasi yang berbeda akan keindahan setiap warna. Semua bersumber dari selera hati. Warna pink bagi saya, adalah pembawa pesan damai.
               Manusia diciptakan Tuhan dengan kantung imajinasi. Olehnya, kita bebas berimajinasi di dalam maupun di bawah alam sadar kita. Kita bebas menentukan kesukaan dan talenta kita pada suatu objek.  Bebas memilih dan jatuh cinta akan setiap karya seni  yang terpampang di depan mata. Warna sebagai bagian dari seni, nyaris mengisi seluruh lingkup kehidupan kita. Merah, kuning, hijau, biru, putih, coklat, ungu, hitam, dan lainnya  memberi kesan dan identitas tersediri bagi para penikmatnya. Sehingga wajar kiranya kita memiliki satu hubungan emosional terhadap warna tertentu.