RSS

Senin, 18 Desember 2017

Kevin Gideon


Bagi penikmat olahraga bulutangkis, siapa yang tidak kenal dengan Kevin Sukamulyo dan Gideon Markus? Pemain nomor ganda putra Indonesia yang semalam tampil memukau, menunjukkan kapasitas internasionalnya, setelah sukses menyabet juara di BWF Dubai Super Series Finals 2017. Ajang bergengsi dunia, yang hanya diikuti oleh 8 pemain terbaik dengan rangking 8 besar untuk masing-masing sektor.

Prestasi ini menutup tahun gemilang untuk Kevin dan Marcus. Puncak kejuaraan tertinggi telah diraih. Hal yang membanggakan Indonesia, sebab tahun lalu tak mendapat juara satupun untuk turnamen yang berhadiah bombastis ini.

Prestasi ini menjadi sejarah baru di sektor ganda putra. Pasangan berjuluk The Minions tersebut menjadi ganda putra pertama yang mampu memenangi tujuh gelar super series dalam satu tahun kalender. Legenda baru telah
Lahir.Rekor mereka yang hattrick di awal dan akhir tahun mengalahkan rekor ganda Korea, Lee Yong-dae/Yoo Yeon-seong yang memenangi enam gelar super series dalam satu tahun kalender, tepatnya pada 2015.

Tujuh gelar yang diraih Kevin/Marcus masing-masing datang dari All England, India Terbuka, Malaysia Terbuka, Jepang Terbuka, China Terbuka, Hong Kong Terbuka, dan BWF Super Series Finals. Prestasi yang sangat meyakinkan. Ikut di 11 kejuaraan Super Series, menang 7 kali, dan runner up dua kali. Tak heran , BWF menyematkannya sebagai best male player of the year .Di partai final semalam, Kevin/Marcus tampil sangat gemilang. Mereka mampu mengakhiri perlawanan Liu/Zhang terkenal ganas hanya dalam waktu 39 menit saja.

Setahun terakhir, saya termasuk diantara yang ngefans abis dengan duo ini. Mereka berdua ibarat mutiara di dasar laut Indonesia. Atlit cerdik dan sangat kreator. Markus yang play maker berkoalisi dengan Kevin sang eksekutor handal. Pemikir dan pekerja. Dan produknya ialah pertunjukkan atraktif, menghibur, kaya skill, dan menakjubkan.

Ada hal menarik yang saya suka dari keduanya. Di lapangan, mereka jarang sekali terlihat berkomunikasi langsung. Tepatnya berbincang langsung di waktu break atau semacamnya. Hanya gesekan tangan, tos-tosan sembari membakar semangat satu sama lain. Namun, melihat setiap pertandingan mereka, seperti ada kolaborasi skill yang sangat sempurna, komunikasi mereka mungkin tak terbaca penonton, tapi keduanya nampak sangat kompak.

Melihat mereka bertanding, seperti melihat pertunjukan mahal. Karya indah hasil ciptaan coach nya. Mereka saling percaya kemampuan satu sama lain. Ada chemistry yang terjalin manis dari kolaborasi mereka. Yang tidak harus melulu melalui komunikasi verbal. Markus tahu kapan saat mengumpan, dan Kevin diwaktu bersamaan siap menuntaskan serangan dengan aksi tengil dan taktik provokasinya. Siap menjatuhkan mental lawan, hingga keduanya bisa merajai panggung.Setiap ada kesalahan yang dibuat salah satunya, tak membuat yang satu kecewa atau cemberut. Mereka paham error adalah sesuatu yang wajar dalam pertandingan. Mereka saling memompa semangat, mengokohkan adrenalin, demi memberikan yang terbaik untuk nama baik merah putih.

Semangat juang mereka tinggi. Hal ini terlihat saat agregat poin tertinggal jauh, semangat mereka tetap berkobar. Terlihat dari smash-smash tajam , teriakan yang membahana, adu cepat, tak ada raut putus asa atau kehilangan gairah jika poin lawan melambung jauh. Defense mereka kuat dan rapi. Markus sebagai otak serangan sangat disokong oleh Kevin sang eksekutor. Cara eksekutornya pun sulit ditebak lawan. Cara bermain mereka tidak monoton. Lain lawan, lain cara. Lain pola menghadapi lawan yang tinggi kurus, lawan berbadan gemuk, hingga lain pola menghadapi lawan lain benua. Sehingga lawan sulit mencari titik lemah mereka. Karena gaya permainannya yang ibarat bunglon, tak tetap warnanya.

Markus Kevin tercatat sebagai atlit bulutangkis terkaya musim ini dengan koleksi juara yang diraih. Hadir mereka kini mencengangkan dunia. Disegani lawan. Dan pasti mengharumkan nama bangsa Indenesia yang merupakan rahim mereka.

0 komentar:

Posting Komentar