RSS

Rabu, 10 April 2013

'Rumahku Istanaku'


Rumah adalah istana. Kiasan ini terkesan berlebihan, tapi seperti itulah adanya ketika bercerita mengenai tempat tinggal. Meninggali istana, tak mesti menghabiskan anggaran yang gila-gilaan. Tapi istana sejatinya hadir dalam hati si empunya rumah. Seberapa besar dia menciptakan rasa damai dan tentram sebagai pelengkap istananya. Hal terpenting adalah bagaimana merasa nyaman di istana sendiri. Ada beberapa faktor yang mendukungnya. Selain keindahan dari rumah itu sendiri, juga didukung oleh atmosfer yang terbangun di sekitar rumah. Hubungan yang baik dengan tetangga sekitar, secara tak langsung memberikan efek positif dalam keseharian kita.
 Berhubung selama tiga minggu ini, saya baru saja menempati rumah kontrakan baru. Jadi akan saya jelaskan sedikit gambaran mengenai lingkungan tempat tinggal baru saya. Di salah satu kompleks perumahan di pusat Kota Maros. Tepatnya di Perumahan Palu Cipta. Memasuki tahun ketiga di Kota Maros, saya bersama dua teman kantor mengontrak satu rumah di kompleks ini. Rumah ini berlantai dua, dua teman saya menempati kamar di lantai bawah. Sementara saya sendiri, menguasai lantai atas dengan kamar minimalis dan sejuk. Sesekali malam, saya biasa keluar mengintip formasi bintang nan indah di atas sana. Ketenangan dan kenyamanan rumah ini benar-benar sangat berharga. Saya biasa menikmati malam di lantai dua ini dengan menuntaskan sisa-sisa tugas kantor, ataukah berjam-jam membaca novel ketika tak sedang berkumpul dengan kedua teman .
Kontrakan Baru Kami
 Jarak yang tak lebih satu kilometer dari tempat kerja, akses jalan yang mulus,  posisi rumah di sudut jalan, serta berhimpitan dengan keramaian warung jajanan, menjadi nilai lebih kami memilih mengontrak rumah ini. Setelah sebelumnya, mendiami kost-kostan di sekitar kantor.
Karena letaknya yang sangat strategis, di mana salah satu sekolah kebidanan berada persis di depan kompleks. Serta rumah sakit terbesar di Maros berdiri tak jauh dari kompleks ini. Sehingga beberapa deretan rumah  kemudian disulap menjadi kamar kost untuk mahasiswa dan para pekerja rumah sakit. Ya, selain bertetangga dengan keluarga-keluarga normal lainnya, kami pun bertetangga dengan mahasiswa-mahasiswa dan pekerja rumah sakit. Juga persis di depan rumah kami, tengah  dibangun rumah mewah nan besar milik seorang pengusaha besar di Maros. Bukan hanya arsitektur rumahnya yang menyedot perhatian kami, tapi pekerja yang bekerja dari pagi hingga malam menjadi pemandangan hari-hari kami. Rumah ini sepertinya tengah kejar tayang. Mandor dan pemilik rumah saban hari terlihat mondar-mandir mengawasi para buruh.
Selama tiga minggu ini, saya dan kedua teman masih dalam tahap adaptasi dengan lingkungan baru. Mencoba memahami kebiasaan-kebiasaan masyarakat di kompleks ini. Termasuk membuang sampah pada tempat sampah dan label yang telah ditentukan. Menjaga kebersihan jalan, serta tak menciptakan suasana bising yang mengganggu kenyamanan tetangga. Dan hal ini dipertegas oleh Bapak Rukun Tetangga (RT) kala pertama kami melapor.  Kami mengerti, memasuki sebuah sistem tidaklah mudah. Sistem disini adalah interaksi sosial di kompleks ini. Kita harus membiasakan diri mengikuti sistem yang telah ada. Berhubung, kebiasaan kami bertiga yang mudah membaur diri alias sedikit cerewet, sehingga tak membutuhkan waktu lama untuk mengenali tetangga-tetangga yang persis berdekatan dengan kami. Sisa jam-jam yang lebih banyak kita habiskan di kantor, harus diupayakan seefektif mungkin untuk tetap bersosialiasi di sekitar rumah kami.
Kumandang azan masjid dari arah depan dan belakang rumah nyaris  membangunkan kami tiap subuh, pertanda hari baru segera dimulai. Kami berbenah, mempersiapkan diri berikut perlengkapan kantor yang mesti dibawa, dan biasanya meluncur ke kantor kurang lebih jam 07.10 pagi. Dari teras rumah, kami biasa mengamati anak-anak sekolahan yang berjalan kaki ke sekolah, ada juga yang diantar dengan kendaraan oleh orangtuanya, mahasiswa-mahasiswa kebidanan yang berlalu lalang mengejar jam kuliah, penjual-penjual kue tradisional yang berkeliling menjajakan kue khasnya, pedagang sayur yang teriak dan sesekali membunyikan lonceng kecilnya memanggil ibu-ibu, dan lansia-lansia yang kerap berjalan kaki sehat di sekitar kompleks.
Tetangga samping rumah yang menggendong batitanya menikmati udara pagi. Serta buruh bangunan yang datang satu persatu siap mempercantik  rumah ‘elite’. Semua seperti skema yang terus terulang saban paginya. Dan wajah-wajah pagi itu selalu nampak segar dan penuh optimisme.  Menarik dilihat, gambaran ini selalu mengawali aktifitas kami dengan perasaan segar  dan penuh syukur. Semua seperti magnet energi yang menarik kami bisa merasakan keceriaan itu.
Ketika menjelang sore, tak banyak aktifitas yang menarik perhatian kami selain menyapa dan membalas sapaan hangat tetangga. Faktor kelelahan biasa membuat kami langsung masuk ke kamar masing-masing saja tatkala pulang kantor. Ketika malam tiba, sesekali terdengar suara merdu anak-anak kost dan suara petikan gitarnya yang memecah hening. Tak begitu menggangu, malah saya kerap menikmatinya sebagai lagu pengantar tidur. Begitulah, istanaku memang selalu mendatangkan kenyamanan. Bagaimana dengan istanamu?Hmmm...
  

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri



8 komentar:

Mugniar Marakarma mengatakan...

Cantiiik rumahnya. KOntrak bersama ya? Bagus juga, daripada ngekos ya ...

Ferdy Syarlin mengatakan...

Betul .. Cantik... Orange. Wuizzzz
Oia... Selamat menempati tmpat baru..semoga betah..jangan bising.jaga kebersihan. Hmmm

Ups kayak RT ka..!!!
Hhh
;-)

Shaela Mayasari mengatakan...

Terimakasih. Iya kontrak bersama..

Catcil Ku mengatakan...

Sepertinya menyenangkan tinggal di komplek or perumahan ya... Salam kenal

ade anita mengatakan...

rumahnya berapa kamar? bagus kontrakannya. Sepertinya besar. Lebih enak ngontrak sih ya daripada kost karna kost lebih sempit ruang geraknya. Eh, tapi gak tau juga deh.. hehehe. itu pendapatku.

Bunga mengatakan...

Dimana kaki dipijak, disitu langit dijunjung. Ketika tinggal di suatu tempat atau lingkungan yang baru, memang sebaiknya untuk mengenali kondisi sekitar, orang-orangnya dan kebiasaaan-kebiasaan setempat. Selamat bergumul dengan lingkungan sekitar istananya yaah

Arga Litha mengatakan...

tumahnya bagus. gak pa-pa awalnya jadi kontrak'tor :p nanti juga akan punya rumah sendiri yang lebih baik lagi. kalau saya dulu juga begitu saat di rumah, pulang sekolah langsung masuk rumah. paling hanya beberapa jam di sore hari berkumpul dengan tetangganya :p hehe

semoga betah selalu yaaa

NABILA SHOP mengatakan...

TOKO HANDPHONE TERBESAR TERLENGKAP TERMURAH TERPERCAYA NABILA SHOP Produk dijamin asli orginal.Dapatkan harga promo Nabila Shop Barang yang Kami Tawarkan Semuanya Barang ASLI ORGINAL Ada Garansi Resmi Distributor dan Garansi TAM 2 bebas resiko bebas penipuan.
Semua Produk Kami Baru dan Msh Tersegel dLm BOX_nya.
BERMINAT HUB-SMS 085-757-299-675 ATAU KLIK WEBSET RESMI KAMI http://nabilashop77.blogspot.com
Ready Stock! Samsung Galaxy S4 Mini Rp.2,500.000
Ready Stock! Apple iPhone 5 Rp.2,700.000
Ready Stock! BlackBerry 9380 Orlando - Black.Rp.900.000,-
Ready Stock! BlackBerry Curve 8520 Gemini.Rp.500.000,-
Ready Stock! BlackBerry Bold 9780 Onyx 2.Rp.800.000,-
Ready Stock! Blackberry Curve 9320.Rp.700.000,-
Ready Stock! Samsung Galaxy Note 10.1.Rp.2,500.000.
Ready Stock! Samsung Galaxy Tab 2 (7.0).Rp. 1.000.000

Posting Komentar